Gejala Gejala Campak

Gejala Gejala Campak – Campak adalah salah satu penyakit infeksi yang sering menyerang anak-anak kurang gizi. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan cepat cara penularannya, biasanya terjadi dalam bentuk wabah.

Gejala Gejala Campak

  • Penderita menggigil dan demam diikuti dengan batuk-batuk, hidung dan mata berair
  • Perasaan lemah dan lelah
  • Kira-kira dalam 3 hari, ruam-ruam (bintil-bintil) besar berwarna merah kelihatan di kulit muka dan leher dan juga pada selaput lendir mulut
  • Bintil-bintil merah itu, tampak seperti serpih-serpih dedak yang kemerah-merahan dan biasanya tersebar di seluruh tubuh
  • Bila keadaannya parah, suhu badan naik sampai 40 derajat Celcius atau lebih dan penderita tersebut merasa sangat sakit
  • Biasanya teradi pembengkakan di sekeliling mata, juga terasa gatal pada kulit
Gejala Gejala Campak

Gejala Gejala Campak

Campak sangat cepat berjangkit. Virus penyebab campak ditularkan melalui cairan yang keluar dari mulut atau hidung, sementara si penderita bersin atau batuk. Gejala Gejala Campak ini kelihatan 7-14 hari sesudah terkena virusnya. Si penderita mulai bersin, ingusan, matanya berair dan sensitif terhadap cahaya. Penderita merasa lelah, tidak dapat tidur dan gelisah, demam, dan batuk kering, dada terasa sakit, kemudian kelihatan ruam merah pada kulit. Sebenarnya kuman-kuman dan bakteri ini berusaha keluar melalui kulit. Dan ini adalah salah satu cara alam membersihkan tubuh terutama pada anak-anak.

Diagnosis Penyakit Campak

Diagnosis pada penyakit campak biasanya ditegakkan berdasarkan dari anamnesis dan juga lewat pemeriksaan fisik, pemeriksaan serologik atau juga lewat virologik yang bersifat positif yakni jika muncul demam tinggi dan terjadi dalam jangka waktu lama 38,50 derajat celcius atau juga lebih, kemudian disertai juga dengan adanya batuk, pilek, nyeri saat menelan makanan atau minuman, mata merah dan merasa silau saat terkena cahaya, serta disertai dengan adanya penyakit diare. Pada haris ke 4-5 mengalami demam, kemudian akan muncul ruam kulit dan biasanya akan didahului oleh suhu tubuh yang semakin meningkat dari sebelumnya. Pada kondisi ini kadang anak juga mengalami kejang demam. Saat ruam muncul kembali, batuk serta penyakit diare berubah menjadi semakin parah sehingga membuat anak mengalami sesak nafas atau juga mengalami dehidrasi.

Pemeriksaan Penyakit Campak

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah :

  1. Pemeriksaan darah tepi : biasanya bertujuan untuk mengukur jumlah leukosit yang normal atau juga meningkat jika memang ada suatu komplikasi dari infeksi bakteri.
  2. Pemeriksaan pada antibodi IgM anti campak.
  3. Pemeriksaan untuk komplikasi penyakit campak
  4. Ensefalopati atau ensefalitis yang dilakukan dengan memeriksakan cairan serebrospinalis, kadar elektrolit di dalam darah dan pemeriksaan analisis pada gas darah.
  5. Enteritis atau pemeriksaan feses secara lengkap
  6. Bronkopneumonia : biasanya dilakukan dengan pemeriksaan foto dada atau juga analisis pada gas darah.

Komplikasi yang terjadi pada penyakit campak adalah :

  1. Campak akan menjadi sangat berat untuk pasien dengan kondisi kesehatan gizi buruk dan dengan anak yang lebih kecil.
  2. Penyakit diare biasanya akan disertai dengan terjadinya dehidrasi
  3. Sakit telinga
  4. Laringotrakeobronkitis atau croup
  5. Brokopneumonia
  6. Ensefalitis akut
    Reaktifasi tuberkulosis
  7. Malnutrisi setelah terjadinya serangan penyakit campak
  8. Subacute sclerosing panencephalitis atau SSPE. Hal ini merupakan salah satu bentuk proses dari degeneratif suatu susunan syaraf pusat dengan semua gejala karakteristik yang terjadi deteriosasi pada tingkah laku dan juga intelektual. Dan biasanya juga disertai dengan terjadinya kejang-kejang. Hal ini disebabkan karena adanya suatu infeksi pada virus yang terjadi lebih menetap, dan selain itu juga muncul selama beberapa tahun setelah infeksi terjadi merupakan salah satu bentuk komplikasi dalam bentuk penyakit campak onset yang lambat.

Pengobatan Campak

Pengobatan penyakit campak adalah :

  1. Pemberian jenis cairan yang cukup
  2. Pemberian makanan dengan kadar kalori yang sesuai serta jenis makanan yang harus disesuaikan dengan tingkat dari kesadaran dan juga dari adanya suatu komplikasi.
  3. Suplemen nutrisi
  4. Pemberian antibiotik yang diberikan jika memang terjadi infeksi secara sekunder
  5. Anti konvulsi jika memang terjadi kejang
  6. Pemberian vitamin A

Pencegahan yang dilakukan adalah dengan memberikan imunisasi penyakit campak dan termasuk ke dalam program imunisasi nasional yang dimulai sejak tahun 1982. Angka dari kecukupan imunisasi ini akan mengalami penurunan kurang dari 80%, dan selama 3 tahun terakhir sampai masih terjadi dan dijumpai pada daerah kantong yang beresiko tinggi dari transmisi virus penyakit campak. Di Indonesia sendiri pemberian vaksin atau imunisasi biasanya diberikan pada usia 9 bulan. Dan dengan pemberian imunisasi pada penyakit campak ini diharapkan sekali bisa membantu mencegah anak agar tidak terserang penyakit campak, atau paling tidak membantu mengurangi resiko mengalami komplikasi penyakit campak.

Perawatan Gejala Gejala Campak :

  1. Untuk mencegah penyerang dan penularan penyakit ini dilakukan vaksinasi campak
  2. Bila penyakit ini sudah terkena, sebaiknya ditangani oleh dokter

Pengobatan Gejala Gejala Campak

Bahan-Bahan :

– 120 gram daun pegagan segar
– 2 gelas air

Cara Pemakaian :

– Daun pegagan segar di cuci bersih
– Kemudian rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa separuhnya
– Setelah dingin, lalu disaring dan minum
– Lakukan sehari 2 kali sampai penyakit sembuh.

Gejala Gejala Campak

 


=====================================

>>> Obat Campak Membantu Mengobati Penyakit Campak, Membunuh Virus Penyakit dan Menguatkan sistem Kekebalan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Campak and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>