Gejala Campak

Gejala CampakPenyakit Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular dan sering ditemukan. Masa inkubasi diikuti dengan gejala prodromal berupa demam, pilek, konjungtivitis dan batuk. Campak mungkin berhubungan dengan gangguan mekansme sistem imun, terutama limfopenia.

Gejala Campak

Gejala Campak

Penyakit Campak

Jenis kuman yang dianggap sebagai komplikasi campak amat pada kepadatan penduduk tempat penderita tinggal dan populasi kuman yang biasa muncul di dalam masyarakat.

Pada beberapa anak, Gejala Campak mungkin terjadi gangguan ringan pada fungsi jantungnya atau gangguan pencernaan yang tidak berat. Yang harus ditakuti ialah radang pada selaput otak (encephalomyelitis) yang dapat muncul 14 hari setelah infeksi campak muncul. Diawali dengan panas yang kembali timbul, sakit kepala, muntah-muntah dan leher anak kaku. Ibu yang telah mempunyai beberapa anak sudah mengenal gejala dan tanda penyakit campak. Memang tida semua bercak-bercak merah pada kulit wajah, leher dan seluruh tubuh berarti campak. Ada lebih dari lima penyakit yang menyerupai campak.

Gejala campak berupa demam, timbul pilek hebat yang disertai timbulnya kemerahan pada mata. Anak silau menetap cahaya, mata berair yang sangat mirip dengan sakit mata merah.

Penyakit campak sendiri tidak berbahaya. Penyakit itu sembuh sendiri dengan atau tanpa komplikasi. Kematian terjadi jika komplikasi menjadi buruk ketika kondisi tubuh anak pun buruk. Anak-anak kurang gizi yang sedang mengidap penyakit TBC dan yang sakit-sakitan, lebih sulit menghadapi komplikasi campak yang dideritanya. Ini karena pada penyakit campak, daya tahan tubuh menjadi sangat menurun. Jadi, kemungkinan terserang berbagai jenis bibit penyakit semakin mudah.

Harus diingat bahwa penyakit campak merupakan salah satu jenis penyakit dengan kategori serius yang bisa dengan mudah ditularkan lewat udara. Imunisasi secara efektif yang dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyakit campak harus dilakukan. Dan semua anak juga atau orang dewasa yang lahir pada dan setelah tahun 1966 maka mereka harus mendapatkan vaksinasi atau imunisasi dengan 2 dosis vaksin MMR jika memang masih belum mempunyai sistem kekebalan.

Gejala campak selanjutnya dari gejala awal adalah sampai sekitar 1/3 penderita penyakit campak biasanya akan mengalami komplikasi yang termasuk ke dalam sakit telinga, penyakit diare, penyaki pneumonia dan kemungkinan membutuhkan rawat inap. Paling tidak dari setiap 1000 penderita penyakit campak terkena atau terserang penyakit ensefalitis atau pembengkakan pada otak.

Penyebab Campak

Penyebab dari penyakit campak adalah karena virus campak yang bisa menjadi sangat menular. Virus ini biasanya banyak ditemukan di dalam lendir di hidung dan juga di dalam tenggorokan mereka yang menderita penyakit campak. Oleh sebab itulah, penyakit campak ini kebanyakan menular lewat saluran nafas, yakni disaat si penderita sedang besin, batuk atau juga disaat sedang berbicara. Biasanya ia akan menularkan infeksi penyakit campak pada orang lain. Penularan ini juga bisa saja terjadi disaat ada tetesan bersin, batuk yang tersentuh, dan juga tangan yang menyentuh tadi digunakan untuk mengucek mata, hidung, dan juga menyentuh mulut.

Namun hal yang harus diketahui adalah bahwa seseorang yang sudah mengalami penyakit campak, maka mereka biasanya akan mempunyai sistem kekebalan selama seumur hidup mereka. Oleh sebab itulah penyakit campak tidak akan muncul untuk kedua kalinya pada si penderita.

Komplikasi Campak

Komplikasi yang terjadi dari penyakit campak biasanya akan terjadi pada anak yang masih kecil dan terutama di golongan anak dengan kondisi kurang asupan nutrisi. Komplikasi ini juga bisa saja terjadi golongan anak dengan kasus defisiensi vitamin A. Adapun terjadinya komplikasi bisa terjadi dalam bentuk :

  1. Penyakit radang paru-paru atau yang disebut dengan istilah penyakit pnemonia.
  2. Radang yang terjadi pada saluran napas
  3. Infeksi pada telinga bagian tengah atau otitis media.

Ciri-ciri atau gejala campak yang sudah sembuh adalah jika bercak merah atau ruam sudah keluar dan demam turun dengan sendiri. Kemudian bercak merah ini akan berubah menjadi warna kehitaman dan akan bersisik yang disebut dengan istilah hiperpigmentasi. Pada akhirnya bercak-bercak tadi akan mengelupas dan rontok dan kemudian akan sembuh sendiri. Namun umumnya, yang dibutuhkan adalah waktu selama paling tidak 2 minggu sama si anak benar-benar dinyatakan sembuh dari sisa campak yang terjadi. Anjuran yang harus diikuti adalah tetaplah berikan obat yang sudah diresepkan oleh dokter dan menjaga asupan makanan anak dengan memberikan mereka makanan yang bergizi, nutrisi yang seimbang dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan teratur. Sebaiknya jajngan beranggapan jika bercak merah sudah berkurang dan gejala dari penyakit campak ini sudah hilang itu artinya bahwa penyakit campaku sudah hilang. Anda harus tetap melanjutkan pengobatan sampai si anak sudah benar-benar sembuh.

Mencegah Campak

Cara pencegahan penyakit campak adalah dengan pemberian vaksin campak. Pemberian vaksin ini merupakan salah satu bentuk dari pemberian imunisasi pada anak secara teratur. Selain itu, vaksin ini biasanya juga diberikan dalam bentuk kombinasi dengan sakit gondongan atau penyakit campak jerman. Pemberian vaksin MMR yang disuntikkan ke dalam otot paha atau juga lengan atas. Dan jika hanya mengandung campak, vaksin ini biasanya diberikan pada usia 9 bulan. Dan dalam bentuk MMR, pemberian dosis pertama yang biasanya banyak diberikan pada anak berusia 12-15 bulan, dosis kedua kemudian diberikan pada usia 4-6 tahun.

Gejala Campak


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Campak dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Campak and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *